Memilukan, Seekor Paus Terlilit Jaring pada Mulutnya di Lepas Pantai Timur Australia
Upaya penyelamatan seekor dengan jaring tersangkut di mulutnya harus berakhir karena pencahayaan yang buruk.
Dilansir dari laman The Daily Mail, Minggu (26/9/2021), paus itu terlihat di lepas pantai Vaucluse di timur Sydney sekitar pukul 14.15 pada hari Sabtu dengan jaring dan tali melilit mulutnya.
Saksi mata kejadian tersebut mengatakan pada Daily Mail Australia bahwa mereka mengikuti hewan itu ke Maroubra begitu mereka game slot online menyadari ada besar dan tali yang melilit tubuh dan mulutnya.Ketika mereka menyadari situasi yang menyedihkan tersebut, mereka menghubungi Organisasi untuk Penyelamatan dan Penelitian Cetacea (ORRCA) di untuk melacak paus tersebut.
Para relawan ORRCA mencoba menemukan paus itu tetapi tidak berhasil karena kekurangan cahaya.Paus yang terjerat jaring dan agen slot online tali itu terakhir kali terlihat di Bondi pukul 15.30, berenang ke selatan bersama dua paus lainnya.
ORRCA adalah kelompok rehabilitasi satwa liar berbasis sukarelawan di NSW yang memiliki lisensi untuk penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasan mamalia laut.Organisasi tersebut meminta siapa pun yang memiliki informasi tentang paus yang terjebak itu untuk menghubungi Tim Hotline Penyelamatan ORRCA dengan informasi tentang lokasi dan gambarnya.
BACA JUGA :
6 Gaya Maia Estianty saat Liburan di Pantai, Tetap Stylish
Kali ini kapal USGC Munro (WMSL) melakukan serangkaian operasi dan latihan bersama dengan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI pada 20 September di Selat Singapura.Para awak kapal mengikuti latihan komunikasi antarkapal, manuver multi-unit, dan kesadaran maritim selama berada di laut.
"Latihan maritim bersama mitra Indonesia kami memperkuat hubungan dan memberikan peluang bagi para awak kapal untuk bekerja sama dan membangun kekuatan masing-masing," kata Komandan Kapal Munro Letkol Laut Blake Novak seperti tertuang dalam siaran pers dari Kedutaaan Amerika Serikat yang dimuat Sabtu (25/9/2021).
“Memperkuat aliansi dan kemitraan kita memupuk komitmen bersama akan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, serta memajukan perdamaian, keamanan, kesejahteraan, dan hak kedaulatan seluruh bangsa,” imbuhnya.
Kemitraan Penjaga Pantai (U.S. Coast Guard) dengan Indonesia tumbuh semakin kuat. Pada 2019, kapal penjaga pantai milik AS, USCGC Stratton melakukan aktivitas bersama Bakamla RI sebagai bagian dari penugasannya ke wilayah Pasifik Barat, termasuk berlabuh di Batam dan melakukan latihan di Provinsi Kepulauan Riau. Kapal Stratton juga berpartisipasi dalam latihan Cooperation Afloat Readiness and Training dengan TNI Angkatan Laut pada 2019.
Munro, yang merupakan kapal kelas national security cutter berukuran lebih dari 120 meter, meninggalkan pelabuhan asalnya di Alameda, California, pada bulan Juli untuk penempatan selama beberapa bulan di Pasifik Barat.
Kapal dan awak yang beroperasi di bawah kontrol taktis Armada ke-7 Angkatan Laut AS ini mengikuti pertukaran profesional dan latihan pembangunan kapasitas bersama dengan negara-negara mitra, serta berpatroli dan beroperasi sesuai arahan.

Komentar
Posting Komentar